KARAKTERISTIK PENGUSAHA (KECIL)

Sepuluh karakteristik yang dianggap paling sering dijumpai pada seorang Entrepreneur dan dianggap merupakan ciri-ciri Entrepreneur abad ke 21, yaitu :

–  Mampu mengenali dan memanfaatkan peluang

–  Memiliki aneka ragam kemampuan

–  Kreatif

–  Memiliki impian masa depan

–  Berpikiran bebas

–  Pekerja keras

–  Optimis

–  Penemu sesuatu yang baru (inovator)

–  Berani mengambil resiko

–  Memiliki jiwa pemimpin

Dalam keseharian mungkin Anda pernah memiliki pengalaman melihat atau mengalami seseorang yang menemukan sebuah peluang usaha. Kemudian dengan kegigihan dan ketekunannya ia menjalankan usaha tersebut dan akhirnya menjadi pengusaha yang sukses. Anda bisa sharing dengan rekan-rekan Anda pada forum diskusi.

Pengamatan di lapangan, menunjukkan dua ciri menonjol dari pengusaha kecil yang berhasil, yaitu

(1)  memiliki kemampuan “melihat lebih dalam” sehingga mampu menemukan peluang usaha, dan

(2)    memiliki keuletan atau konsistensi untuk menjalankan peluang usaha tersebut. Kedua ciri lapangan tersebut akan diuraikan berikut ini.

A.  Kemampuan  “Melihat Lebih Dalam”

Pengusaha kecil yang berhasil pada umumnya mampu melihat dan memahami, secara lebih mendalam, kondisi dan apa yang terjadi, dalam lingkup usaha mereka. Mereka pada  umumnya sangat menghayati kegiatan yang mereka jalankan dan juga situasi yang terjadi di sekeliling mereka sehingga mereka  mampu menemukan peluang usaha, yang kemudian terbukti berhasil, dari hal-hal yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan oleh orang lain.

Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan “melihat lebih dalam” terdiri dari jenis kemampuan berikut :

a.   Kemampuan membaca peluang usaha

Kemampuan mengidentifikasikan atau mencium adanya peluang usaha, baik  berupa permintaan yang sudah muncul ataupun yang masih tersembunyi dari peristiwa yang mereka lihat ataupun yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari

Secara lebih lengkap, peluang usaha bisa muncul dari :

 

(1)      Kebutuhan menggantikan fungsi

Kebutuhan bisa muncul apabila ada pihak yang terpaksa meninggalkan tugas atau fungsinya sehingga perlu digantikan, seperti contoh yang telah ditunjukkan melalui kasus Ibu Rumah Tangga Sekolah S-2 sebelumnya.

 

(2)      Kebutuhan untuk menghubungkan

Kehidupan manusia modern jauh lebih rumit dibanding kehidupan manusia di jaman dahulu. Di masa sebelumnya, manusia cenderung harus menyediakan seluruh komponen kebutuhannya sendiri. Memakan makanan yang ia tanam ataupun hasil perburuannya sendiri, mengenakan pakaian yang ia buat sendiri, dst. Sementara, manusia modern tidak lagi memiliki kesempatan untuk memenuhi sendiri seluruh jenis kebutuhannya

(3)      Kebutuhan akan jenis produk/jasa tertentu karena terjadi perubahan atau karena suatu kondisi khusus

Berbagai jenis perubahan selalu terjadi dalam kehidupan manusia maupun dalam masyarakat, baik perubahan yang terjadi karena situasi yang memang bergeser ataupun karena peraturan pemerintah. Berbagai perubahan tersebut seringkali disertai dengan munculnya kebutuhan tertentu yang mungkin bisa dimanfaatkan sebagai peluang usaha.

 b.   Kemampuan membaca atau memahami hal mendasar dari Produk atau Jasa

Setelah memilih jenis produk ataupun jasa yang hendak diusahakan (mengunakan berbagai instrumen yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya), perlu dimiliki kemampuan untuk memahami hal mendasar (esensial) dari pengusahaan produk atau jasa tersebut. Pemahaman akan hal mendasar dari produk atau jasa akan membuat pengusaha memahami secara lengkap sifat dari produk atau jasa yang diusahakannya, sehingga akan mampu menonjolkan hal-hal penting maupun melindungi aspek-aspek yang rawan dari usahanya.

c.   Kemampuan membaca potensi ataupun keterbatasan diri

Setelah memiliki pilihan produk atau jasa dengan prospek yang baik dan juga memahami hal mendasar dari  produk atau jasa tersebut, selanjutnya perlu dipahami kesesuaian pilihan tersebut dengan potensi ataupun keterbatasan diri pengusaha ataupun usaha yang dijalankannya.

Seringkali dikatakan bahwa seseorang sebaiknya menjalankan bidang usaha yang betul-betul ia pahami dan juga sesuai dengan potensi ataupun keterbatasan dirinya. Menjalankan usaha tanpa pemahaman akan memaksa pengusaha tersebut mempekerjakan pihak lain dengan keahlian yang lebih tinggi. Akibatnya sering dijumpai perusahaan tidak terkendalikan dengan baik karena pengusaha didikte oleh pihak yang lebih ahli.

 d.   Kemampuan mengusahakan kesesuaian

Pilihan jenis produk atau jasa perlu sesuai dengan  corak permintaan pasar, dan juga sesuai untuk dijalankan oleh usaha kecil (terutama sesuai dengan potensi maupun keterbatasannya). Kesesuaian ketiga unsur tersebut merupakan kunci keberhasilan berdirinya usaha kecil.

Pemahaman mengenai corak permintaan pasar, corak proses produksi, hal-hal yang mendasar dari produk atau jasa yang diusahakan, dan juga paham potensi maupun keterbatasan usaha kecil yang dijalankan, secara keseluruhan berawal dari “kemampuan melihat lebih dalam”.

Di lapangan, perjalanan para pengusaha kecil yang berhasil dilalui dengan banyak melakukan kesalahan. Mereka berulangkali melakukan berbagai kekeliruan, tetapi kemampuan melihat lebih dalam akhirnya membuat para pengusaha berhasil tersebut bisa memiliki pemahaman yang lebih lengkap untuk mengerti cara menjalankan usaha secara lebih baik, yaitu cara yang mampu mengusahakan kesesuaian antara ketiga unsur yang telah dibahas sebelumnya.

 B.  Ulet/konsisten

Telah dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwa melalui berbagai jenis kekeliruan yang dialami, pengusaha kecil yang berhasil akhirnya memiliki pemahaman yang lengkap mengenai kegiatan usaha yang mereka jalankan karena memiliki kemampuan melihat lebih dalam. Karena itu, persyaratan kedua agar pengusaha kecil bisa berhasil adalah ulet atau konsisten. Keuletan atau konsistensi membuat para pengusaha kecil yang berhasil mampu tetap bertahan walaupun dihadapkan pada serangkaian kekeliruan, dan akhirnya memiliki pemahaman yang relatif sempurna mengenai cara menjalankan kegiatannya

Hampir semua pengusaha kecil yang berhasil ternyata pernah mengalami masa-masa “keras”, terutama di awal memulai usaha. Akan tetapi mereka secara konsisten akan selalu mencoba kembali menekuni usaha yang sebelumnya sudah mereka mulai itu.

Mengapa keuletan atau konsistensi menjadi

persyaratan utama ?

Keuletan dan konsistensi menjadi penting karena pengusaha yang tetap bertahan akan mengakumulasi pengalaman, sehingga menjadi paham dan menguasai seluruh aspek penting maupun yang rawan dari usaha yang dijalankannya. Calon pengusaha yang “cepat patah”, segera berhenti atau pindah ke jenis usaha yang lain begitu mengalami kesulitan, sulit untuk menguasai aspek-aspek penting suatu jenis usaha secara lengkap dan mendalam.

Pengusaha yang ulet dan konsisten akhirnya paham dan menguasai seluruh aspek penting dari kegiatan usahanya, mula-mula paham cara bertahan-hidup (survive).

      Kesimpulannya, pengusaha yang konsisten selalu mencoba “melihat lebih dalam”  akhirnya akan dapat menemukan bentuk dan cara menjalankan kegiatan  usahanya secara tepat, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk berhasil.

About these ads

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah
Tulisan ini dipublikasikan di kewirausahaan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s